Bibir Bengkak Setelah Makan Terong, Alergi kah ini ?


Lidah orang Indonesia tentu sudah paling akrab dengan hidangan terong. Mulai dari terong goreng, tumis, sampai terong balado. Namun ternyata, tidak seluruh orang dapat makan terong. Bukan sebab tidak suka citarasanya, tapi sebab mereka alergi terhadap terong. Lho, kok bisa?

Kenapa dapat ada orang yang alergi terong?

Alergi makanan terjadi saat istem kekebalan tubuh salah memandang makanan sebagai zat asing dan berbahaya, sampai-sampai tubuh akan menimbulkan reaksi alergi sebagai perlawanannya.

Alergi terong termasuk permasalahan alergi makanan yang jarang terjadi. Namun sebab terong berisi salisilat, alergi terong rentan dirasakan oleh orang-orang yang sensitif terhadap salisilat. Baik yang sintetik laksana dalam produk perawatan tubuh atau obat aspirin, maupun salisilat alami laksana yang terdapat dalam:

  • Blueberry
  • Apel
  • Alpukat
  • Brokoli
  • Timun Jepang (Kyuuri)
  • Jamur
  • Bayam
  • Anggur
  • Kembang kol
Terong tergolong keluarga tumbuhan nightshades. Maka biasanya, orang yang alergi terong pun akan merasakan reaksi alergi yang sama saat makan tumbuhan dari family nightshade lainnya laksana tomat, paprika, goji berry, kentang, dan cabai.

Jika kita mempunyai alergi makanan tertentu, usahakan konsultasi dengan dokter atau berpengalaman gizi untuk menolong merancang rencana santap yang dapat menghindarkan kita dari fenomena alergi terong.

Berbagai fenomena alergi setelah santap terong

Gejala alergi terong dapat muncul enteng sampai serius. Ini seluruh tergantung dari seberapa sensitif tubuh kita bereaksi terhadap zat yang dikira berbahaya, serta telah seberapa lama dan tidak sedikit zat itu yang masuk ke tubuh Anda.

Pada dasarnya, fenomena alergi terong serupa dengan fenomena alergi makanan umum seperti:

  • Mual.
  • Diare.
  • Sakit atau nyeri perut.
  • Batuk-batuk.
  • Lidah kesemutan.
  • Bibir dan mulut bengkak.
  • Rasa gatal di sekujur tubuh.
  • Mulut, bibir, dan tenggorokan gatal.
Biasanya, fenomena ini akan hadir langsung sesudah Anda santap terong. Tak jarang gejala dapat muncul setelah sejumlah jam setelahnya.

Meski kebanyakan permasalahan alergi makanan dapat mudah dtangani, kita tetap mesti waspada bakal risiko syok anafilaktik yang dapat mengancam jiwa. Gejala syok anafilaktik merupakan:

  • Mual.
  • Mengi.
  • Sulit menelan.
  • Sulit bernapas.
  • Pusing atau vertigo.
  • Denyut nadi lemah
  • Tenggorokan membengkak.
  • Wajah pucat.

Bagaimana teknik mengatasinya?

Dikutip dari Healthline, reaksi alergi enteng dapat ditanggulangi dengan antihistamin yang dipasarkan bebas di pasaran laksana diphenhydramine (Benadryl). Namun, guna reaksi kesatu kali usahakan kita langsung periksakan ke dokter. Dokter seringkali akan mengerjakan tes darah guna meyakinkan apakah Anda merasakan reaksi alergi atau bukan. Di samping itu, dokter pun akan mendiagnosis penyebab alergi apakah sebab makan terong atau mungkin sebab hal lainnya.

Jika ternyata orang di dekat Anda merasakan syok anafilaksis setelah santap terong, usahakan segera pergi ke UGD lokasi tinggal sakit terdekat guna mendapatkan pertolongan darurat. Sementara dalam perjalanan, longgarkan pakaiannya guna melancarkan jalur napas dan baringkan tubuhnya telentang dengan posisi kaki lebih tinggi dari jantung. Jika orang yang terkaitmuntah, maka segera miringkan tubuhnya. Jangan berikan korban yang merasakan anafilaksis makanan atau minuman apa juga hingga pertolongan medis datang.
Bibir Bengkak Setelah Makan Terong, Alergi kah ini ? Bibir Bengkak Setelah Makan Terong, Alergi kah ini ? Reviewed by buyazen on September 22, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.