Ini 4 Penyebabnya Lutut Sakit Saat Naik Turun Tangga


Lutut sakit ketika naik tangga atau saat memanjat tanjakan dapat disebabkan oleh tidak sedikit hal, yang seringnya bahkan tidak kita sadari. Sebelum cek ke dokter, cari tahu dulu apa bisa jadi penyebabnya supaya Anda juga dapat tahu pilihan penyembuhan yang barangkali tersedia.

Apa penyebab lutut sakit ketika naik tangga atau mendaki?

Dalam dunia medis, situasi yang mengakibatkan lutut sakit melulu saat menaiki tangga atau memanjat tanjakan dinamakan dengan chondromalacia. Chondromalacia terjadi saat tulang rawan yang sedang di bawah tempurung lutut melunak dan lama kelamaan menipis. Padahal tulang rawan itu sangat urgen menjadi bantalan penangkal gesekan antar tulang yang bertemu di lutut (tulang paha, tulang kering, dan tempurung lutut/patella).

Ketika tulang rawan ini rusak, tulang-tulang kaki bakal saling bergesekan sehingga mengakibatkan rasa nyeri saat kaki ditekuk dan diluruskan, seperti ketika naik turun tangga, menanjak, sampai saat berlutut dan jongkok serta ketika beranjak dari posisi-posisi tersebut. Sendi lutut pun rentan berbunyi “krek!” ketika ditekuk.

Ausnya tulang rawan lutut itu dapat diakibatkan oleh:

1. Aktivitas kaki yang berulang dan berlebihan
Rutin berlari, melompat, atau kegiatan fisik apapun yang memerlukan pemakaian lutut guna menopang berat tubuh dapat menyebabkan tulang rawan lutut lama-lama aus menipis. Ini dapat terjadi pada orang dari segala umur, namun memang lebih tidak jarang terjadi pada anak-anak muda dan atlet.

2. Posisi tempurung lutut yang tidak sejajar
Posisi tempurung lutut yang tidak sejajar membuatnya tidak terlindungi oleh tulang rawan seutuhnya. Kejanggalan posisi tempurung ini umumnya diakibatkan oleh genetik atau cacat jasmani saat lahir.

Sedikit saja posisi tempurung lutut tidak sejajar, ttulang rawannya kian rentan aus dan menipis sampai-sampai berisiko mengakibatkan tulang saling bergesekan.

3. Otot paha atau betis yang lemah
Otot-otot kaki menolong menopang lutut dan menjaga supaya semua tulang yang bertemu di lutut tetap sedang di tempatnya. Jika otot ini tidak lumayan kuat, tulang tempurung lutut dapat terdorong terbit dari alur yang seharusnya. Posisi tempurung lutut yang tidak sejajar dapat membuat lutut sakit ketika naik tangga atau mendaki.

Wanita ingin mempunyai lebih tidak banyak massa otot di dekat lutut dikomparasikan pria, sampai-sampai lebih rentan merasakan chondromalacia.

4. Cedera
Cedera kaki dampak jatuh, kemalangan bermotor, atau dampak menerima pukulan benda tumpul selama lutut dapat menggerakkan tempurung lutut terbit dari jalurnya sampai-sampai akhirnya merusak tulang rawan.

Di samping empat hal penyebab di atas, orang yang mempunyai kaki rata, panjang kaki berbeda, atau mempunyai masalah sendi pun rentan merasakan chondromalacia.

Cara menanggulangi lutut sakit dampak chondromalacia

Orang yang merasakan nyeri lutut atau fenomena chondromalacia usahakan segera mendatangi dokter. Perawatan dini dapat mengurangi rasa sakit sekaligus menangkal terjadi kehancuran yang lebih parah di tulang rawan. Ini sejumlah cara yang butuh Anda lakukan:

  • Melakukan olahraga low impact. Olahraga jenis ini menyerahkan penekanan terhadap lutut yang paling minim sampai-sampai tidak memberatkan kerja lutut. Contohnya laksana berenang dan bersepeda.
  • Sebaiknya istirahatkan kaki dan kompres dengan es untuk meminimalisir rasa sakitnya.
  • Jaga berat badan dengan diet seimbang. Semakin berat mutu tubuh, maka lutut bakal mendapatkan beban lebih besar.
  • Menggunakan obat pereda nyeri. Bagi sementara meminimalisir rasa nyeri pada lutut, Anda dapat menggunakan obat laksana ibuprofen.
  • Pergi ke dokter segera untuk memahami penyebabnya.
  • Jika chondromalacia yang terjadi dampak ketidakseimbangan otot, dibutuhkan gerakan-gerakan pelajaran tertentu guna menyeimbangkannya yang akan diberikan panduan oleh fisioterapi untuk membalikkan posisi tempurung sejajar kembali.
Ini 4 Penyebabnya Lutut Sakit Saat Naik Turun Tangga Ini 4 Penyebabnya Lutut Sakit Saat Naik Turun Tangga Reviewed by buyazen on September 15, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.