Menyelami Keseruan Lokal di Kuching Sarawak


Ada cukup banyak hal yang dapat dilakukan di Kuching, ibu kota Sarawak di Malaysia Timur, tanpa merasa tergesa-gesa atau kewalahan. 

Meskipun sebagian besar wisatawan tertarik pada berbagai destinasi wisata alam di sana, semua pasti akan berakhir menghabiskan beberapa hari di kota dengan populasi hanya sekitar 330.000 jiwa itu, sebelum pergi lebih jauh. 

Untungnya, Kuching menyenangkan, ada beberapa hal yang harus dilakukan, dan salah satunya adalah pengalaman berada di "kota terbersih di Asia"! 

Berjalan di antara pemandangan indah Kota Kuching, kamu perlahan-lahan menjadi sadar bahwa ada sesuatu yang hilang: keruwetan! Tidak seperti beberapa kota lain di Asia, di mana wisatawan mendapatkan banyak intimidasi dari penjual, di Kuching semuanya benar-benar terlhat ramah. Mereka yang tersenyum mengatakan "selamat pagi" bisa dipastikan benar-benar datang dari hati. 

Untuk menuju Kuching, yang menjadi gerbang utama Sarawak, tersedia berbagai penerbangan langsung via Kuala Lumpur. Salah satu maskapai yang melayani rute ini adalah Malindo Air, di mana merupakan armada low cost carrier hasil patungan Indonesia dan Malaysia. 

Malindo Air terkenal sebagai salah satu maskapai penerbangan paling tepat waktu di Asia Tenggara, sekaligus juga populer sebagai pemberi harga tiket pesawat yang cukup terjangkau. Apalagi jika membelinya di Traveloka, kamu bisa berkesempatan mendapat harga terbaik, dan bahkan juga disertai beragam promo menarik lainnya. 

Berikut adalah tujuh destinasi terbaik di Kuching yang wajib dikunjungi oleh para wisatawan: 

1. Taman Nasional Bako 


Pertama dan terutama, Taman Nasional Bako adalah cara tercepat dan paling mudah untuk menikmati suasana hutan hujan Borneo. Jika kamu ingin merasakan hutan hujan tanpa terlalu jauh dari perkotaan, Bako adalah tempat untuk melakukannya. 

Terletak sekitar 30 menit dari Kuching, Bako adalah taman nasional terkecil dan tertua di Sarawak, yang juga yang paling mudah diakses. 

Bahkan para pelancong yang tidak ingin melakukan trekking pun akan dengan mudahnya menikmati kekayaan flora dan fauna di Bako, termasuk monyet bekantan, yang terkenal karena hidungnya yang besar. Hanya dengan melintasi jalur boardwalk di sekitar markas taman, kamu akan disuguhi banyak satwa liar. 

Bako dapat dikunjungi dengan atau tanpa panduan perjalanan sehari dan pasti merupakan salah satu hal yang disarankan untuk dilakukan selama di Kuching. Kamu harus naik perahu kecil untuk sampai ke sana. 

2. Pusat Rehabilitasi Satwa Semenggoh 


Terletak hanya 45 menit di luar Kuching, Pusat Rehabilitasi Satwa Semenggoh adalah cara termudah untuk melihat orangutan Kalimantan yang terancam punah. 

Jam makan pada pukl 9 pagi dan 3 sore memberi pengunjung dua kesempatan untuk memotret orangutan semi liar yang keluar dari hutan untuk mengambil buah. Tidak ada jaminan orangutan akan muncul, tetapi beberapa orang hampir selalu melakukannya. 

3. Menjelajah Berbagai Museum Kecil 

Setelah menikmati beberapa hutan hujan Sarawak, pertimbangkan untuk mengunjungi beberapa museum kecil, di mana banyak di antaranya gratis. Kamu dapat dengan mudah mengunjungi dua atau tiga museum dalam satu hari, sekaligus mengamati sejarah benteng tua. 

Banyak museum menarik terletak dalam jarak berjalan kaki dari Chinatown dan tepi pantai; semuanya gratis atau meminta sumbangan kecil. Museum biasanya tutup pada pukul 16.30 sore. 

The Sarawak State (Ethnology) Museum adalah tempat yang sangat baik untuk memulai belajar tentang suku pribumi dan budaya lokal. 

Kuching menjadi tuan rumah museum untuk Islam, budaya Tionghoa, seni, sejarah alam/sains, tekstil, wanita, dan subjek lainnya. Dan karena kamu mengunjungi "Kota Kucing" (Kuching berarti "kucing" dalam bahasa Malaysia) jangan lupa juga tentang Museum Kucing. 

4. Kuching Waterfront


Tepian air Kuching sangat menyenangkan --dan aman-- untuk berjalan-jalan di malam hari, khususnya di saat matahari terbenam. Jalan yang terawat baik dipenuhi oleh gerobak yang menjual makanan ringan dan minuman manis, ditambah bangku untuk duduk sambil menikmati pemandangan. Pengamen lokal dan musisi jalanan terkadang tampil di sepanjang jalan. kamu dapat menyeberangi sungai dengan perahu dengan biaya kecil untuk menjelajahi jalan baru di sisi lain. Kapal pesiar sungai Sunset tersedia di stasiun sepanjang tepi pantai. 

5. Mencicipi Kuliner Sarawak 

Kamu harus mencoba beberapa hidangan lokal sebelum meninggalkan Sarawak. Mulailah dengan mencicipi hidangan laut Top Spot yang terkenal, di mana terletak di sebuah bukit di ujung tepi laut. Pujasera makanan terbuka yang besar ini memiliki semua jenis makanan laut yang dapat dibayangkan, dimasak sesuai pesanan, dengan harga yang wajar. Makanan laut sangat segar dijual di sini, atau secara harfiah masih benar-benar hidup sebelum di masak. 

Bersamaan dengan makanan laut lokal, cicipi juga beberapa makanan khas beriku selama di Kuching: 

- Laksa Sarawak: Pedas, sedikit amis, dan tentu saja padat berisi. Ini merupakan versi laksa mie berbeda dari yang biasa ditemukan di bagian lain Asia Tenggara. 

- Midin: Sejenis pakis lokal yang tumbuh liar di hutan hujan, midin sangatlah sehat, lezat, dan tetap renyah bahkan setelah dimasak. Kamu dapat memesan midin dengan cara dimasak dalam bumbu bawang putih. 

- Kolo Mee: Kolo Mee adalah sup mie standar bagi banyak penduduk setempat. Terbuat dari mie telur, hidangan ini murah dan paling enak dinikmati di Chinatown. 

- Empurau, sejenis ikan mas dari Sarawak yang hanya makan buah-buahan, adalah ikan paling mahal di Malaysia, mungkin seluruh Asia. Seekor ikan yang sudah disiapkan bisa berharga hingga US$ 500 atau lebih di restoran! 

Menyelami Keseruan Lokal di Kuching Sarawak Menyelami Keseruan Lokal di Kuching Sarawak Reviewed by buyazen on Oktober 15, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.